Lebih dari satu dekade lalu, para pemimpin Asean sepakat membentuk sebuah pasar tunggal di kawasan Asia Tenggara pada akhir 2015 mendatang. Ini dilakukan agar daya saing Asean meningkat serta bisa menyaingi Cina dan India untuk menarik investasi asing. Penanaman modal asing di wilayah ini sangat dibutuhkan untuk meningkatkan lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan. Pembentukan pasar tunggal yang diistilahkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini nantinya memungkinkan satu negara menjual barang dan jasa dengan mudah ke negara-negara lain di seluruh Asia Tenggara sehingga kompetisi akan semakin ketat (dikutip dari bbc.com).
Melihat keadaan tersebut, mahasiswa teknik kimia UAD yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia UAD membentuk sebuah acara dengan format Forum Diskusi dengan tema Peluang Teknik Kimia Menghadapi MEA yang berlangsung pada 24 september 2016.

Rian Handika - Ketua Panitia

Rian Handika – Ketua Panitia

Acara yang diketuai oleh Rian Handika (mahasiswa teknik kimia UAD angkatan 2015) ini mengundang Rida Rifiana, S.T. selaku alumni teknik kimia UAD yang sudah 4 tahun lebih bekerja di industri Asia Pasific Fiber (APF). Selama 4 tahun beliau bekerja, banyak sekali pengalaman yang bisa diambil karena beliau banyak berinteraksi dengan jajaran pimpinan yang berasal dari luar negeri sehingga komunikasi dengan bahasa asing bukan lagi hal yang tabu. Selain banyak berbagi banyak pengalaman selama beliau bekerja dan kuliah di teknik kimia UAD, beliau juga memberikan wejangan ataupun pesan kepada para peserta forum diskusi yang kebanyakan mahasiswa teknik kimia UAD angkatan 2016 dan 2015 serta angkatan 2014 dan 2013. Beliau menyampaikan hal-hal yang dibutuhkan bagi lulusan teknik kimia dalam menghadapi MEA yaitu pentingnya kerja keras, belajar tanpa henti serta kerjasama dengan baik namun tetap menaruh curiga atau berhati-hati [AA].
Rida Rifiana - Alumni Teknik Kimia



Komentar Ditutup.