Bulan suci Ramadhan merupakan bulan penuh barokah, bulan penuh ampunan. Banyak kegiatan positif yang dilakukan oleh umat Islam seperti sholat berjamaah, sholat tarawih, buka puasa bersama, kajian-kajian tentang agama islam, tadarus Al Quran dan masih banyak kegiatan positif lainnya. Ada hal yang tak luput dari perhatian kita semua dan sudah menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah mudik. Tradisi mudik ini bisa dibilang hanya ada di Indonesia saja. Karena mudik, kota – kota besar akan menjadi lengang, jalanan tidak lagi macet. Salah satunya Kota Yogyakarta yang merupakan kota pendidikan, dimana banyak kampus-kampus didirikan di kota gudeng ini. Di kota Jogja ini ada kampus negeri maupun Kampus swasta yang memiliki ribuan mahasiswa, tentunya asal mahasiswa tersebut dari seluruh wilayah nusantara. Biasanya fenomena bulan suci Ramadhan tersebut akan dimanfaatkan oleh setiap mahasiswa untuk mudik ke daerah asal.

uad

Salah satu mahasiswa Teknik Kimia FTI UAD, Ilham Mufandhi saat ditemui reporter fakultas mengungkapkan “ bahwa dirinya nanti akan mudik menuju Palembang tepatnya di desa sukamulya kecamatan semendawai suku tiga, OKU Timur Sumatra Selatan. Tentunya pulang kampung ini merupakan salah satu obat kebahagiaan yang saya nantikan.  Ilham mengungkapkan “pulang  untuk merayakan idul fitri 1437 H dengan keluarga adalah tujuan saya. Lama tidak pulang dan berada di luar daerah meninggalkan tempat tinggal asal untuk menuntut ilmu, pasti akan menimbulkan rasa rindu kepada keluarga. Meskipun dalam perjalanan pulang mudik nanti akan menempuh waktu dua hari dari Yogyakarta menuju Sumatra Selatan dengan menggunakan bis, rasa lelah setelah menempuh perjalanan panjang tersebut, tentunya akan terobati jika sudah bertemu keluarga tercinta. “Ungkap mahasiswa teknik kimia angkatan 2012 yang sudah menyelesaikan ujian pendadaran dan merindukan masakan ibundanya, yaitu sayur pindang patin.

Ilham juga berpesan kepada seluruh mahasiswa UAD khususnya mahasiswa Fakultas Teknologi Industri  yang nantinya akan mudik untuk merayakan lebaran di kampung halamannya masing – masing, tentunya harus berhati-hati serta waspada dalam perjalanan pulang maupun kembali lagi ke Jogja serta senantiasa untuk menjaga ibadah puasa dan kesehatannya selalu, sehingga nanti tiba dengan selamat sampai tempat tujuan, Amin.



Komentar Ditutup.