Tujuan Pendidikan :

Menjadi Program Studi unggulan yang diakui secara Internasional dalam bidang Teknik Kimia yang berwawasan lingkungan berbasis nilai-nilai islam dan menghasilkan lulusan yang berjiwa entrepreneurship.

Perguruan Tinggi : Universitas Ahmad Dahlan
Pelaksana Proses Pembelajaran  
       Fakultas : Teknologi Industri
       Program Studi (Kode) : Teknik Kimia (24-201)
Program diakreditasi oleh : BAN-PT Peringkat B Tahun 2019
Gelar Lulusan : Sarjana Teknik (S.T.)
Tanggal Penyusunan/Perbaikan : –

Struktur Organisasi Prodi Teknik Kimia

Untuk menjalankan fungsi Program Studi, Program Studi Teknik Kimia memiliki struktur organisasi. Prodi dipimpin oleh Ketua Program Studi (Kaprodi) yang bertugas memimpin penyelenggaraan proses pembelajaran dan kegiatan akademik dosen dan menetapkan langkah-langkah operasional dalam pengembangan akademik untuk mencapai keunggulan Prodi. Kaprodi memiliki otoritas dalam pengembangan akademik dan didukung oleh sumber daya yang memadai. Kaprodi bekerja sama dengan Sekretaris Program Studi (Sekprodi). Kaprodi bertanggung jawab dalam bidang akademik dan kerja sama, sedangkan Sekprodi bertanggung jawab dalam bidang kemahasiswaan dan keuangan.

Selain Kaprodi dan Sekprodi, dalam struktur organisasi prodi juga memiliki Kepala Laboratorium yang memiliki tanggung jawab terhadap manajemen seluruh kegiatan laboratorium ditetapkan dalam Standard Operating Procedure (SOP) PMS-UAD-07. Untuk teknis pelaksanaan praktikum, Kepala Laboratorium berkoordinasi dengan Koordinator Praktikum. Kepala laboratorium Teknik Kimia sekaligus menjabat sebagai koordinator penelitian. Koordinator penelitian bertanggung jawab untuk mengidentifikasi tema penelitian yang dimiliki dosen yang nantinya akan ditawarkan untuk penelitian bersama mahasiswa, mengatur mahasiswa yang akan melakukan penelitian, menentukan pembimbing penelitian, melakukan risk assessment bagi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian di laboratorium, mengkoordinasikan peneliti dengan kepala laboratorium dan mengkoordinasikan pelaksanaan seminar hasil penelitian mahasiswa.

Dalam kegiatan kerja praktek mahasiswa, koordinator kerja praktek bertanggung jawab untuk mengatur mahasiswa Teknik Kimia yang akan melakukan kerja praktek di industri, menentukan dosen pembimbing kerja praktek, menetapkan dosen penguji kerja praktek dan mengkoordinasikan pelaksanaan seminar hasil kerja praktek mahasiswa.

Koordinator tugas akhir bertanggung jawab mengatur mahasiswa Teknik Kimia yang akan mengerjakan skripsi berupa prarancangan pabrik kimia, menentukan pembimbing tugas akhir, menetapkan dosen penguji tugas akhir dan mengkoordinasikan ujian skripsi.

Disamping koordinator yang bertanggung jawab pada tugasnya masing-masing, prodi juga membentuk tim untuk mendukung pelaksanaan rencana strategis Prodi. Diantaranya adalah penanggung jawab keilmuan, tim pengelola jurnal, serta pembimbing kelompok studi. Prodi Teknik Kimia menjalankan fungsi organisasi melalui struktur organisasi sehingga visi, misi dan tujuan dapat tercapai.