Teknologi tepat guna dapat dijumpai dalam pemenuhan kehidupan sehari-hari seperti kebutuhan akan energi atau bahan bakar, baik bahan bakar cair maupun bahan bakar gas untuk masak dan lainnya.  Dari sekian banyak kebutuhan manusia akan produk teknologi tepat guna ada beberapa produk yang dapat diproduksi dalam skala rumah tangga. Penguasaan teknologi tepat guna skala rumah tangga tidaklah sulit, dengan penguasaan teknologi ini maka warga dapat memproduksi sendiri bahan bakar yang dibutuhkan, dan dapat pula menunjang usaha dengan penghasilan skala home industri.

Dusun mulyodadi, bambanglipuro, bantul merupakan dusun yang sebagian besar warganya memiliki pekerjaan sebagai petani. Kondisi ini membuat warga sangat merasakan dampak dari kenaikan harga bahan bakar, terutama bahan bakar untuk mengolah makanan atau untuk memasak. Sedangkan potensi yang dimiliki dusun mulyodadi yaitu tenaga dan juga limbah biomassa dari pertanian. Pelatihan teknologi tepat guna diharapkan dapat memenuhi kebutuhan ataupun membuka wawasan masyarakat mulyodadi akan sumber-sumber serta teknologi pengolahan limbah organik dan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar cair maupun gas. Pelatihan Teknologi Tepat Guna merupakan bentuk Pengabdian kepada Masyarakat, yang menjadi salah satu Tridarma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan. Selain itu diharapkan dapat terwujud kerjasama antara Universitas Ahmad Dahlan dengan Masyarakat, sehingga kegiatan ini merupakan media sosialisasi kepada masyarakat.

Ibu Dra. Siti Salamah, M.Si. dari program studi Teknik Kimia UAD menjadi ketua dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini. Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai sejak hari minggu 21 januari 2018 dimana masyarakat diberikan sosialisasi atau gambaran umum salah satunya tentang kemajuan teknologi dan wawasan tentang pembuatan biodiesel sebagai bahan bakar cair dari minyak jelantah. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung PRM Mulyodadi ini dihadiri oleh ibu-ibu ‘Aisyiyah.

Di hari minggu berikutnya 28 januari 2018, dilakukan sosialisasi terkait pengolahan sampah organik berupa limbah pertanian menjadi bahan bakar gas melalui proses gasifikasi. Sosialisasi ini juga dilaksanakan di gedung PRM Mulyodadi ini dihadiri oleh bapak-bapak yang kebanyakan merupakan anggota kelompok tani yang ada di dusun mulyodadi, dimana yang memberikan sosialisasi adalah Agus Aktawan, S.T., M.Eng.

Di hari minggu berikutnya diadakan praktek pembuatan biodiesel dan praktek gasifikasi limbah pertanian.

Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan teknologi ini untuk diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Mereka dapat memproduksi biodiesel, bahan bakar cair maupun gas secara mandiri serta dapat mengurangi biaya pembelian bahan bakar komersil. [AA]



Komentar Ditutup.