Pandemi covid-19 berdampak berbagai sektor, termasuk pada sektor industri baik di Indonesia maupun global. Business director PT. Inter Aneka Lestari Kimia, Ibu Inge Setyawati, S.T., M.B.A. menjadi pembicara dalam webinar “Dampak Pandemi Covid-19 pada Industri” bersama Ibu Endah Sulistiawati, S.T. M.T. (Dosen Teknik Kimia UAD) selaku moderator.

Ibu Inge Setyawati, S.T., M.B.A. menyampaikan pengantar mengenai peran sarjana teknik kimia di industri, khususnya industri manufaktur. Berbagai bidang yang bisa digeluti mulai dari reasearch and development (R&D), bagian produksi, marketing, technical sales dan lain sebagainya. Hal ini menunjukkan banyaknya peran seorang sarjana teknik kimia dalam industri manufaktur.

Menurut data IMF, sebagian besar produksi manufaktur dunia turun pada masa pandemi terutama di bulan april. Bahkan pada bulan agustus 2020 kondisi produksi manufaktur masih dibawah kondisi normal, meskipun setelah bulan april mulai terjadi pemulihan. China menjadi satu-satunya negara yang berhasil kembali ke kondisi normal bila ditinjau dari segi produksi menufakturnya, hal ini dikarenakan negara tersebut banyak melakukan ekspor ke negara lain. Volume penjualan secara retail juga mengalami titik terendah di bulan april, beberapa negara yang sudah pulih ditinjau dari volume penjualannya adalah Jerman, Amerika, dan Brazil.

Sektor yang paling terdampak oleh pandemi covid-19 adalah sektor hiburan (art, entertainment dan rekreasi). Karena sektor hiburan bukan merupakan kebutuhan primer di masa pandemi ini, sehingga banyak orang sudah mengabaikan. Sektor lain yang juga banyak terdampak adalah sektor perdagangan, transportasi, serta manufaktur.

Berbicara mengenai inflasi, Ibu Inge memaparkan bahwa di negari maju inflasinya lebih tertekan, karena permintaan barang rendah sehingga harga barang tidak dapat naik. Biasanya di negara maju inflasinya cukup rendah, berbeda dengan negara-negara berkembang yang tingkat inflasinya cenderung tinggi. Perdangangan global secara umum turun pada tahun 2020 yang berefek pada ekonomi dunia, diprediksi kembali membaik di tahun 2021.

Peluang kerja di bidang manufacturing saat ini telah menuju pemulihan, yaitu 80% mendekati normal bila dibandingkan sebelum pandemi. Tahun 2020 terjadi peningkatan pengangguran hampir di seluruh dunia. Dampak pandemi terhadap dunia usaha (menurut survey BPS) sebanyak 59,4% befungsi seperti biasa, 32% mengurangi aktifitas / work from home, 8,8% berhenti beroperasi.

Simak full video Webinar pada link berikut : https://youtu.be/JXaZ1xlW9GQ



Komentar Ditutup.